Sony a7 V
Iotedge – Dunia fotografi dan videografi profesional selalu menantikan inovasi terbaru dari lini “Alpha” milik Sony. Sejak kemunculan seri a7 III yang merevolusi standar kamera mirrorless full-frame, Sony terus mendominasi pasar lewat keseimbangan antara performa fotografi dan kemampuan video. Kini, memasuki tahun 2026, rumor dan ekspektasi mengenai Sony a7 V mencapai puncaknya.
Sony a7 V diproyeksikan bukan hanya sebagai penerus, melainkan sebagai standar baru kamera hybrid kelas menengah ke atas. Dengan fokus utama pada integrasi Kecerdasan Buatan (AI) yang lebih mendalam serta perbaikan signifikan pada sektor video—terutama kemampuan 4K 60p tanpa crop—kamera ini siap menjadi senjata utama para konten kreator, fotografer pernikahan, hingga sineas independen.
Evolusi Sensor Sony a7 V, Resolusi Tinggi dengan Kecepatan Prosesor BIONZ XR

Salah satu aspek yang paling diperdebatkan dari Sony a7 V adalah sensornya. Jika a7 IV hadir dengan resolusi 33 MP, banyak spekulasi menyebutkan bahwa a7 V akan tetap mempertahankan resolusi di angka 33 MP hingga 36 MP, namun dengan arsitektur sensor yang jauh lebih baru.
Sony kemungkinan besar akan menggunakan sensor Exmor R CMOS versi terbaru yang dioptimalkan untuk readout speed (kecepatan baca) yang lebih cepat. Hal ini sangat krusial untuk meminimalisir efek rolling shutter yang sering menjadi keluhan pada seri sebelumnya. Didukung oleh prosesor BIONZ XR generasi terbaru yang lebih efisien, kamera ini diharapkan mampu mengolah data gambar mentah (RAW) dengan jangkauan dinamis (dynamic range) hingga 15+ stop, memberikan fleksibilitas luar biasa bagi fotografer saat melakukan post-processing.
Autofokus Berbasis Unit Pemrosesan AI (AI Processing Unit)
Fitur unggulan yang akan menjadi pembeda utama Sony a7 V adalah adopsi AI Processing Unit yang sebelumnya diperkenalkan pada Sony a7R V dan Sony a9 III. Teknologi ini bukan sekadar deteksi wajah atau mata biasa.
-
Human Pose Estimation: Kamera dapat mengenali bentuk tubuh manusia secara utuh. Artinya, jika subjek membelakangi kamera atau tertutup objek lain, AI tetap bisa memprediksi posisi mata dan kepala subjek, sehingga fokus tidak akan berpindah ke latar belakang.
-
Pengenalan Subjek Lebih Luas: Selain manusia, hewan, dan burung, AI pada a7 V diprediksi akan memiliki mode deteksi khusus untuk serangga, mobil, kereta api, hingga pesawat terbang dengan akurasi yang lebih presisi.
-
Real-time Tracking yang Lebih Lengket: Dengan unit pemrosesan khusus, beban kerja prosesor utama berkurang, memungkinkan pelacakan subjek yang lebih “lengket” bahkan dalam kondisi cahaya rendah (low light) hingga -4.0 EV.
Rekaman Video 4K 60p Tanpa Crop: Jawaban atas Keluhan Pengguna
Salah satu batasan terbesar pada Sony a7 IV adalah adanya crop sebesar 1.5x saat merekam video dalam format 4K 60p. Hal ini memaksa videografer untuk menggunakan lensa yang lebih lebar (wide) dan seringkali mengorbankan kualitas kedalaman bidang (depth of field).
Sony a7 V diprediksi akan menghapus batasan tersebut. Berkat peningkatan manajemen panas dan kecepatan baca sensor, kamera ini diharapkan mampu merekam 4K 60p Full-Frame tanpa crop melalui metode oversampling dari resolusi 7K. Ini berarti:
-
Kualitas Gambar Lebih Tajam: Video 4K yang dihasilkan akan memiliki detail yang jauh lebih kaya karena data diambil dari resolusi yang lebih tinggi.
-
Fleksibilitas Lensa: Pengguna lensa prime lebar seperti 24mm atau 35mm tidak akan lagi kehilangan sudut pandang asli mereka saat beralih ke mode 60p (slow motion).
-
10-bit 4:2:2 Internal: Standar warna profesional untuk kebutuhan grading warna menggunakan profil S-Log3 dan S-Cinetone akan hadir secara internal di semua mode rekaman.
Desain Ergonomis dan Sistem Pendingin Pasif yang Lebih Baik

Sony menyadari bahwa performa tinggi membutuhkan manajemen panas yang baik. Kamera Mirrorless Sony a7 V kemungkinan akan mengadopsi desain bodi yang sedikit lebih tebal, mirip dengan Sony a7R V, untuk mengakomodasi struktur pembuangan panas yang lebih efektif.
-
Layar 4-Axis Multi-Angle LCD: Menggabungkan fleksibilitas layar tilt (fotografi) dan layar vari-angle (videografi/vlogging). Ini adalah desain layar paling sempurna yang pernah dibuat Sony.
-
EVF Berkualitas Tinggi: Jendela bidik elektronik (EVF) dengan resolusi 9.44 juta titik (atau minimal 5.76 juta titik) akan memberikan pengalaman membidik yang lebih jernih dan nyata.
-
Dual Slot CFexpress Type A / SD UHS-II: Memberikan opsi kepada pengguna untuk menggunakan kartu memori standar atau kartu CFexpress yang lebih cepat untuk kebutuhan burst shooting panjang dan video bitrate tinggi.
Stabilisasi Gambar (IBIS) hingga 8 Stop
Getaran tangan seringkali menjadi musuh utama saat memotret di kecepatan lambat atau merekam video tanpa gimbal. Sony a7 V diharapkan membawa peningkatan signifikan pada In-Body Image Stabilization (IBIS).
Dengan algoritma baru yang terintegrasi dengan data dari unit AI, sistem stabilisasi ini diprediksi mampu memberikan kompensasi hingga 8 stop. Selain itu, fitur Active Mode Stabilization akan semakin ditingkatkan, memungkinkan perekaman video sambil berjalan terasa sangat halus, hampir menyerupai penggunaan gimbal eksternal. Bagi fotografer, ini berarti kemampuan memotret handheld pada kecepatan rana 1 detik dengan hasil yang tetap tajam.
Konektivitas Masa Depan, USB-C 3.2 dan Alur Kerja Cloud

Di era digital 2026, kecepatan transfer data adalah segalanya. Sony a7 V akan dilengkapi dengan port USB-C yang mendukung kecepatan transfer data kilat untuk kebutuhan tethering profesional.
Selain itu, integrasi dengan Sony Creators’ Cloud akan semakin mulus. Fotografer dapat secara otomatis mengunggah foto atau video ke penyimpanan awan langsung dari kamera melalui koneksi Wi-Fi 6E/7. Fitur ini sangat berguna bagi jurnalis foto atau fotografer acara yang harus mengirimkan hasil karya ke editor dalam waktu hitungan detik.
Perkiraan Harga dan Ketersediaan
Mengingat peningkatan teknologi AI dan kemampuan video tanpa crop, kemungkinan besar harga Sony a7 V akan mengalami sedikit kenaikan dibanding pendahulunya. Estimasi harga saat peluncuran diprediksi berada di kisaran $2.600 hingga $2.800 USD (sekitar Rp40 juta hingga Rp45 juta rupiah untuk bodi saja).
Meskipun terdengar cukup tinggi, bagi seorang profesional, nilai yang ditawarkan oleh fitur hybrid yang sempurna ini sangat sebanding dengan efisiensi kerja yang dihasilkan. Kamera Mirrorless Sony ini diperkirakan akan diumumkan pada akhir tahun 2025 atau awal 2026.
Kesimpulan
Sony a7 V bersiap untuk menjadi kamera paling seimbang yang pernah diciptakan oleh Sony. Dengan menggabungkan kecanggihan unit pemrosesan AI untuk autofokus yang tak tertandingi serta kemampuan video 4K 60p tanpa kompromi, kamera ini akan menjadi standar baru di industri.
Ia bukan hanya sebuah alat untuk menangkap cahaya, melainkan sebuah asisten cerdas yang memastikan setiap momen krusial tertangkap dengan fokus sempurna dan kualitas warna yang menakjubkan. Baik Anda seorang fotografer murni, videografer penuh waktu, atau kreator konten hybrid, Sony a7 V adalah investasi masa depan yang sulit untuk dilewatkan.
