Nikon D7500
Iotedge – Satu dekade adalah waktu yang sangat lama dalam industri teknologi, terutama di dunia fotografi yang kini didominasi oleh sistem mirrorless. Namun, di tahun 2026, sebuah nama lama masih sering muncul dalam diskusi di forum-forum fotografi maupun bursa kamera bekas: Nikon D7500.
Diluncurkan pertama kali pada tahun 2017 sebagai penerus D7200, Nikon D7500 kala itu dijuluki sebagai “Baby D500” karena mewarisi sensor dan prosesor dari sang raja DX (APS-C). Kini, di tengah gempuran kamera seri Z dari Nikon sendiri dan dominasi Sony serta Canon di ranah mirrorless, pertanyaannya tetap sama: Apakah Nikon D7500 masih relevan? Dan benarkah ia masih menyandang gelar raja di kelas menengah?
Ergonomi dan Kualitas Bangun Nikon D7500, Sentuhan Klasik yang Tak Tertandingi

Salah satu alasan mengapa banyak fotografer di tahun 2026 masih enggan beralih dari Nikon D7500 ke kamera mirrorless modern adalah faktor ergonomi. Nikon D7500 memiliki grip atau pegangan yang sangat dalam dan nyaman, sesuatu yang sulit ditemukan pada kamera mirrorless kelas menengah yang cenderung tipis dan ringkas.
Dibangun dengan struktur monokok serat karbon, kamera ini terasa sangat kokoh namun tidak seberat seri D850. Di tahun 2026, ketahanan terhadap cuaca (weather sealing) pada D7500 masih terbukti handal. Bagi fotografer alam liar atau jurnalis yang sering bekerja di kondisi ekstrem, rasa aman yang diberikan oleh body DSLR Nikon tetap menjadi nilai jual utama. Penempatan tombol-tombol fisik yang taktis membuat pengguna bisa mengubah pengaturan tanpa harus melepaskan mata dari viewfinder.
Sensor 20.9 MP: Mengapa Angka Ini Masih Cukup?
Di era di mana resolusi 40 MP mulai menjadi standar, sensor 20.9 MP DX-Format milik D7500 mungkin terlihat kecil di atas kertas. Namun, ada rahasia di balik sensor ini. Sensor yang sama digunakan pada Nikon D500 yang legendaris, yang dioptimalkan bukan untuk resolusi ekstrem, melainkan untuk kecepatan dan performa ISO tinggi.
Di tahun 2026, kualitas gambar dari D7500 masih sangat bersaing untuk kebutuhan cetak ukuran A3 atau konten digital 4K. Keunggulan utamanya adalah dynamic range yang luas dan tingkat noise yang sangat minim pada ISO tinggi (hingga ISO 51.200 asli). Untuk memotret olahraga dalam ruangan atau konser musik dengan pencahayaan minim, D7500 masih memberikan hasil yang bersih dan warna yang akurat khas Nikon.
Performa Autofokus dan Kecepatan Burst
Nikon D7500 dilengkapi dengan sistem autofokus 51-titik (Multi-CAM 3500II). Meskipun di tahun 2026 kita sudah terbiasa dengan fitur Eye-Autofocus berbasis AI pada kamera mirrorless, sistem AF pada D7500 tetap sangat cepat dan dapat diandalkan untuk subjek bergerak.
Dengan kecepatan memotret beruntun hingga 8 fps (frames per second) dan buffer yang cukup lega (hingga 50 file RAW dalam satu tarikan), kamera ini masih sangat mumpuni untuk menangkap aksi cepat. Memang, ia tidak memiliki ribuan titik fokus yang menutupi seluruh sensor, namun 51 titik fokus yang dimilikinya bekerja dengan sangat presisi, terutama titik fokus tipe silang (cross-type) di bagian tengah.
Keunggulan Viewfinder Optik (OVF) vs Elektronik (EVF)

Tahun 2026 menandai era di mana jendela bidik elektronik (EVF) sudah sangat canggih dengan refresh rate tinggi. Namun, masih ada kelompok fotografer “purist” yang memuja Viewfinder Optik.
Kamera DSLR Nikon D7500 menawarkan pentaprism dengan cakupan bingkai 100%. Keuntungan OVF yang tidak akan pernah bisa dikejar oleh mirrorless tercanggih sekalipun adalah:
-
Tanpa Lag: Anda melihat cahaya secara langsung melalui lensa tanpa pemrosesan digital, memberikan koneksi instan dengan momen.
-
Hemat Energi: Viewfinder optik tidak mengonsumsi daya baterai, memungkinkan D7500 memotret lebih dari 900 foto dalam satu kali pengisian daya.
-
Kesehatan Mata: Bagi fotografer yang bekerja berjam-jam, menatap cahaya alami melalui kaca sering kali terasa lebih nyaman daripada menatap layar digital kecil secara terus-menerus.
Ekosistem Lensa F-Mount: Surga bagi Pemburu Barang Murah
Inilah poin paling menarik di tahun 2026. Seiring dengan beralihnya mayoritas fotografer ke lensa Z-mount atau RF-mount, pasar lensa bekas untuk Nikon F-mount kini sedang berada pada harga terendahnya dalam sejarah.
Pemilik Nikon D7500 memiliki akses ke ratusan lensa berkualitas tinggi—mulai dari lensa legendaris seri D hingga lensa modern seri G—dengan harga yang sangat terjangkau. Lensa seperti Sigma 18-35mm f/1.8 Art atau Nikon 17-55mm f/2.8 kini bisa didapatkan dengan harga yang jauh lebih murah daripada lensa mirrorless kelas pemula. Bagi fotografer dengan anggaran terbatas, ekosistem D7500 memberikan rasio price-to-performance terbaik di tahun 2026.
Kemampuan Video: Masihkah Relevan untuk Konten Kreator?
Nikon D7500 mampu merekam video 4K UHD pada 30p. Meskipun fiturnya tidak sekaya kamera mirrorless modern (seperti ketiadaan 10-bit internal atau profil log yang canggih), kualitas video 4K-nya masih sangat tajam karena diambil dari area sensor yang lebih kecil (crop).
Kekurangan terbesarnya di tahun 2026 adalah autofokus saat merekam video. D7500 masih menggunakan teknologi deteksi kontras yang cenderung lambat dan “berburu” (hunting). Namun, bagi pembuat film independen atau pelajar yang terbiasa menggunakan fokus manual, kualitas optik dan warna dari D7500 tetap memberikan nuansa sinematik yang baik. Tersedianya jack mikrofon dan headphone juga membuktikan bahwa kamera ini awalnya dirancang untuk serius di bidang multimedia.
Layar Sentuh Tilting dan Konektivitas SnapBridge

Fitur “modern” seperti layar sentuh berukuran 3.2 inci yang bisa ditekuk (tilting) membuat D7500 tidak terasa terlalu ketinggalan zaman. Pengguna tetap bisa melakukan fokus lewat sentuhan saat menggunakan Live View.
Selain itu, aplikasi SnapBridge Nikon yang terus diperbarui hingga tahun 2026 memastikan bahwa transfer foto ke smartphone melalui Bluetooth atau Wi-Fi berjalan lancar. Ini sangat penting bagi fotografer masa kini yang ingin segera membagikan hasil karya mereka ke media sosial tanpa harus menunggu pulang dan memindahkan data ke komputer.
Tantangan dan Kekurangan di Era Modern
Tentu saja, kita tidak bisa menutup mata bahwa Nikon D7500 adalah teknologi dari masa lalu. Ada beberapa aspek yang membuatnya mulai terasa “tua”:
-
Ukuran dan Berat: Dibandingkan dengan seri Nikon Z50 atau Zfc, D7500 terasa bongsor dan memakan tempat di tas.
-
Slot Kartu Tunggal: Nikon D7500 hanya memiliki satu slot kartu SD. Di tahun 2026, di mana keamanan data menjadi prioritas, ketiadaan slot ganda mungkin menjadi ganjalan bagi fotografer profesional acara pernikahan atau event penting.
-
Autofokus Live View: Seperti yang disebutkan sebelumnya, AF saat tidak menggunakan jendela bidik optik sangat tertinggal jauh dibandingkan sistem mirrorless.
Masihkah Layak Menjadi Raja?
Di tahun 2026, Nikon D7500 mungkin bukan lagi “Raja” dalam hal teknologi terbaru, namun ia adalah “Raja dalam hal Nilai (Value)”.
Jika Anda adalah fotografer yang mengutamakan ketahanan fisik, kenyamanan genggaman, efisiensi baterai, dan ingin mengakses lensa-lensa hebat dengan harga miring, Nikon D7500 tetap menjadi pilihan yang luar biasa. Ia adalah kamera bagi mereka yang lebih peduli pada hasil akhir dan pengalaman memotret daripada spesifikasi di atas kertas.
D7500 tetap menjadi instrumen belajar terbaik bagi mahasiswa fotografi dan pendamping setia bagi fotografer hobi yang menginginkan performa tangguh tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam untuk sistem mirrorless yang mahal.
