Apple Watch Ultra 3
Iotedge – Tahun 2026 menjadi saksi bisu kembalinya dominasi Apple di pasar perangkat pakail (wearable) premium. Setelah berbagai spekulasi yang menghiasi ruang digital selama dua tahun terakhir, raksasa teknologi asal Cupertino ini akhirnya resmi meluncurkan Apple Watch Ultra 3. Jam tangan pintar yang dirancang untuk kondisi ekstrem ini tidak hanya membawa perubahan kosmetik, tetapi juga memperkenalkan revolusi fitur kesehatan yang selama ini menjadi “impian” para pengguna setianya.
Apple Watch Ultra selalu dikenal sebagai perangkat bagi para petualang, penyelam, dan atlet ketahanan. Namun, pada generasi ketiga ini, Apple berhasil menjembatani kebutuhan antara ketangguhan fisik dan pemantauan kesehatan medis yang presisi. Inilah perangkat yang tidak hanya menemani Anda mendaki Everest, tetapi juga menjaga detak jantung dan stabilitas metabolisme Anda dengan akurasi yang mendekati peralatan klinis.
Desain Tangguh Apple Watch Ultra 3 dengan Material Titanium Hitam Satin

Satu hal yang langsung mencuri perhatian saat pertama kali melihat Apple Watch Ultra 3 adalah pilihan warna baru: Black Satin Titanium. Material ini tidak hanya memberikan kesan estetika yang lebih gahar dan elegan, tetapi juga memiliki lapisan diamond-like carbon (DLC) yang diklaim jauh lebih tahan terhadap goresan dibandingkan generasi sebelumnya.
Apple tetap mempertahankan layar safir datar dengan kecerahan hingga 3500 nits, memastikan informasi tetap terbaca jelas bahkan di bawah terik matahari gurun yang paling menyengat. Tombol Action yang ikonik kini memiliki fitur haptic feedback yang lebih responsif, memungkinkan pengguna untuk mengoperasikannya dengan mudah meskipun sedang menggunakan sarung tangan tebal atau dalam kondisi basah di bawah air.
Fitur Kesehatan Revolusioner: Pemantau Tekanan Darah Non-Invasif
Inilah fitur yang selama ini kita tunggu-tunggu dan akhirnya hadir di Apple Watch Ultra 3: Pemantauan Tekanan Darah dari Pergelangan Tangan. Selama bertahun-tahun, teknologi ini dianggap sulit diimplementasikan tanpa manset lengan yang menggembung. Namun, Apple berhasil menyematkan sensor optik baru yang mampu mendeteksi tren hipertensi secara real-time.
Fitur ini tidak hanya memberikan angka sistolik dan diastolik, tetapi juga memberikan peringatan jika ada perubahan pola yang mencurigakan dalam jangka panjang. Meskipun bukan pengganti diagnosa dokter, fitur ini menjadi sistem peringatan dini yang sangat krusial, terutama bagi pengguna dengan gaya hidup aktif yang memiliki risiko gangguan kardiovaskular. Apple menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI) yang telah dilatih dengan jutaan data medis untuk memastikan margin kesalahan yang sangat minimal.
Deteksi Sleep Apnea: Menjaga Kualitas Tidur Anda
Gangguan pernapasan saat tidur atau sleep apnea sering kali tidak disadari oleh penderitanya hingga berdampak serius pada kesehatan jantung. Apple Watch Ultra 3 kini dilengkapi dengan fitur Deteksi Sleep Apnea yang telah mendapatkan sertifikasi medis di berbagai negara.
Melalui akselerometer dan sensor oksigen darah (SpO2) yang lebih sensitif, jam tangan ini memantau gangguan pernapasan kecil selama Anda tidur. Jika pola tersebut terulang dalam periode tertentu, perangkat akan memberikan laporan mendalam yang bisa Anda bagikan langsung kepada dokter melalui format PDF dari aplikasi Kesehatan di iPhone. Fitur ini menjadikan Apple Watch Ultra 3 bukan sekadar pelacak olahraga, melainkan asisten medis pribadi yang bekerja saat Anda beristirahat.
Chip S10 SiP, Performa Kilat dan Efisiensi Energi

Di balik layar canggihnya, terdapat otak baru bernama S10 SiP (System in Package). Chip ini dibangun dengan arsitektur 3-nanometer yang memungkinkan pemrosesan data AI dilakukan langsung di dalam perangkat (on-device). Artinya, data kesehatan Anda diproses lebih cepat tanpa perlu bergantung pada koneksi internet, yang juga meningkatkan privasi data pengguna.
Peningkatan efisiensi dari chip S10 ini berdampak langsung pada daya tahan baterai. Smartwatch Apple Watch Ultra 3 kini diklaim mampu bertahan hingga 48 jam dalam penggunaan normal, dan hingga 100 jam dalam mode hemat daya (Low Power Mode). Bagi para pelari ultramaraton atau pendaki yang menghabiskan waktu berhari-hari di alam liar, peningkatan ini adalah sebuah kemenangan besar.
Fitur Navigasi GPS Frekuensi Ganda yang Lebih Akurat
Bagi para petualang, akurasi GPS adalah harga mati. Apple Watch Ultra 3 membawa pembaruan pada sistem GPS Frekuensi Ganda (L1 dan L5) dengan integrasi peta topografi yang kini tersedia secara offline. Apple menyempurnakan fitur Backtrack yang memungkinkan pengguna menemukan jalan pulang dengan panduan visual yang lebih detail di peta.
Selain itu, terdapat fitur baru bernama Terrain Insight yang memberikan informasi tentang kemiringan medan, jenis permukaan jalan (berbatu, berlumpur, atau berpasir), dan peringatan cuaca buruk yang akan datang berdasarkan sensor barometer yang telah ditingkatkan. Ini menjadikan Ultra 3 sebagai kompas digital paling canggih yang pernah melingkar di pergelangan tangan manusia.
Pemantauan Suhu Air dan Kedalaman untuk Penyelam Profesional
Apple Watch Ultra 3 memperkuat posisinya sebagai komputer selam yang mumpuni. Aplikasi Oceanic+ yang telah diperbarui kini mendukung penyelaman hingga kedalaman 50 meter untuk penyelaman rekreasi teknis. Sensor suhu air kini lebih akurat dengan margin kesalahan hanya 0,1 derajat Celcius.
Fitur baru yang ditambahkan adalah Deco-Limit Alerts yang memberikan peringatan lebih dini tentang batas dekompresi, memastikan keselamatan penyelam tetap terjaga. Antarmuka saat di bawah air juga dioptimalkan agar lebih kontras, sehingga penyelam dapat melihat informasi oksigen dan durasi selam dengan sekali lirik di kedalaman yang minim cahaya.
Privasi Data Kesehatan yang Tak Terkompromi

Dengan semua data medis sensitif yang dikumpulkan—mulai dari tekanan darah hingga pola napas—Apple menekankan kembali komitmennya pada privasi. Semua data kesehatan di Apple Watch Ultra 3 dienkripsi secara end-to-end. Apple sendiri tidak memiliki akses untuk membaca data tersebut tanpa izin eksplisit dari pengguna.
Integrasi dengan ekosistem Apple lainnya juga semakin mulus. Data dari Ultra 3 disinkronkan ke iPad dan Mac, memungkinkan pengguna untuk melihat visualisasi kesehatan jangka panjang dalam layar yang lebih besar. Penggunaan biometrik wajah (FaceID) atau TouchID tetap menjadi kunci utama untuk membuka akses ke data-data sensitif ini di perangkat iPhone atau Mac Anda.
Harga dan Ketersediaan: Investasi untuk Masa Depan
Apple Watch Ultra 3 dibanderol dengan harga yang kompetitif untuk kelas perangkat premium, yaitu mulai dari US$799 (sekitar Rp12,5 jutaan, tergantung kurs dan pajak wilayah). Mengingat material titanium yang digunakan, sensor medis terbaru, dan daya tahan baterai yang luar biasa, harga ini dianggap sepadan sebagai investasi jangka panjang bagi mereka yang peduli pada kesehatan dan performa fisik.
Paket penjualan kini hadir dengan opsi tali jam (bands) baru yang lebih ramah lingkungan, termasuk Trail Loop dan Ocean Band yang terbuat dari material daur ulang namun tetap memiliki durabilitas standar militer.
Standar Baru Smartwatch Premium
Apple Watch Ultra 3 bukan sekadar pembaruan minor. Kehadiran fitur pemantau tekanan darah dan deteksi sleep apnea adalah jawaban Apple atas permintaan jutaan penggunanya selama bertahun-tahun. Perangkat ini berhasil menggabungkan estetika mewah, ketangguhan ekstrem, dan teknologi medis mutakhir dalam satu paket yang kohesif.
Akhirnya, kita memiliki jam tangan pintar yang tidak hanya memberi tahu seberapa jauh kita berlari, tetapi juga memberi tahu seberapa baik jantung dan pernapasan kita berfungsi. Apple Watch Ultra 3 adalah bukti bahwa teknologi dapat menjadi pelindung sekaligus pemandu bagi kualitas hidup manusia yang lebih baik.
