Suunto Core
Iotedge – Di dunia yang kini didominasi oleh smartwatch dengan layar AMOLED cerah, fitur pelacakan GPS yang presisi, dan sinkronisasi notifikasi ponsel yang tiada henti, eksistensi Suunto Core mungkin terasa seperti sebuah anomali. Jam tangan ini tidak memiliki koneksi Bluetooth, tidak bisa menghitung langkah kaki Anda ke media sosial, dan tentu saja tidak memiliki GPS.
Namun, bicaralah dengan para pendaki gunung veteran, personel militer, atau penggiat bushcraft, maka nama Suunto Core akan selalu muncul dengan nada penuh hormat. Dirilis pertama kali lebih dari satu dekade lalu, jam tangan ini tetap diproduksi dan tetap laris di pasaran. Mengapa? Karena di medan ekstrem, kesederhanaan adalah kemewahan, dan keandalan adalah harga mati.
Berikut adalah ulasan mendalam mengapa Suunto Core masih menyandang gelar “Legendaris” dan mengapa jam tangan ini mungkin lebih baik untuk petualangan Anda berikutnya dibandingkan smartwatch mahal seharga belasan juta rupiah.
Desain dan Estetika Suunto Core, Fungsionalitas di Atas Segalanya

Suunto Core mengusung filosofi desain Skandinavia yang kental: bersih, minimalis, dan sangat fungsional. Versi paling ikonik, Suunto Core All Black, memberikan kesan taktis yang tangguh namun tetap cukup ramping untuk digunakan sehari-hari.
-
Layar Matrix: Menggunakan layar digital LCD monokrom yang sangat hemat energi. Meski kontrasnya tidak sejelas layar modern di bawah terik matahari (pada varian negative display), layar ini memiliki lampu latar yang cukup untuk navigasi malam hari.
-
Bezel Berputar: Bezel pada Suunto Core bukan sekadar hiasan. Ia berfungsi sebagai bantuan navigasi saat Anda menggunakan fitur kompas untuk menentukan arah bidikan.
-
Material: Bodi jam terbuat dari komposit plastik yang ringan namun sangat kokoh, dipadukan dengan strap elastomer yang nyaman di pergelangan tangan bahkan saat berkeringat deras.
Bobotnya yang ringan (hanya sekitar 64 gram) adalah keunggulan besar. Saat mendaki berjam-jam, Anda akan lupa bahwa Anda sedang memakainya—berbeda dengan jam tangan olahraga berat yang sering kali membuat pergelangan tangan lelah.
Fitur ABC: Altimeter, Barometer, dan Compass
Alasan utama seseorang membeli Suunto Core adalah sensor ABC-nya yang sangat akurat. Ketiga fitur ini adalah instrumen navigasi dasar yang paling krusial bagi para petualang.
Altimeter (Pengukur Ketinggian)
Altimeter pada Suunto Core bekerja berdasarkan tekanan udara. Jam ini mampu melacak pendakian Anda dengan akurasi hingga rentang 9.000 meter. Yang membuatnya juara adalah fitur Logbook, yang merekam total pendakian (ascent) dan penurunan (descent) Anda selama perjalanan. Bagi pendaki, mengetahui posisi ketinggian sangat penting untuk menentukan estimasi waktu sampai ke puncak atau titik perkemahan.
Barometer dan Storm Alarm
Inilah fitur favorit para pelaut dan pendaki gunung. Suunto Core terus memantau tren tekanan udara. Jika terjadi penurunan tekanan udara secara drastis dalam waktu singkat, jam ini akan membunyikan Storm Alarm (Alarm Badai). Di gunung, peringatan ini bisa menjadi pembeda antara mencapai tempat berlindung tepat waktu atau terjebak dalam cuaca buruk yang membahayakan nyawa.
Kompas Digital
Kompas pada jam ini dilengkapi dengan penyesuaian deklinasi. Meskipun bersifat digital, ia sangat responsif. Dalam mode kompas, jam akan menunjukkan arah utara secara akurat, membantu Anda tetap di jalur saat kabut turun atau saat tanda jalur pendakian mulai tidak terlihat.
Rahasia Keunggulan: Keamanan Tanpa Ketergantungan Sinyal
Mengapa tidak menggunakan GPS saja? Pertanyaan ini sering muncul. Jawabannya sederhana: Keandalan.
GPS sangat bergantung pada sinyal satelit dan daya baterai yang besar. Jika Anda berada di lembah yang dalam atau di bawah kanopi hutan yang sangat lebat, sinyal GPS bisa hilang. Lebih buruk lagi, baterai jam tangan GPS rata-rata hanya bertahan 20–40 jam dalam mode pelacakan aktif.
Suunto Core tidak membutuhkan satelit. Selama atmosfer bumi masih memiliki tekanan udara dan kutub magnet bumi masih ada, Suunto Core akan terus bekerja. Jam ini memberikan data real-time berdasarkan lingkungan fisik di sekitar Anda, bukan berdasarkan kalkulasi data dari langit.
Manajemen Daya, Satu Tahun Tanpa Charge

Inilah titik di mana Smartwatch Suunto Core menumbangkan semua smartwatch canggih. Ia menggunakan baterai koin standar CR2032.
-
Daya Tahan: Satu baterai bisa bertahan sekitar 12 bulan dengan penggunaan normal.
-
Kemudahan: Anda tidak perlu membawa kabel charger atau power bank khusus untuk jam tangan. Jika Anda berencana melakukan ekspedisi selama satu bulan di hutan belantara, Anda cukup membawa satu baterai cadangan seukuran koin di saku tas.
-
User-Replaceable: Suunto mendesain penutup baterai di bagian belakang agar bisa dibuka dengan mudah menggunakan koin. Anda bisa mengganti baterainya sendiri di tengah hutan dalam waktu kurang dari satu menit.
Fitur Tambahan yang Sangat Berguna: Data Matahari
Selain fitur ABC, Suunto Core memiliki data Sunrise/Sunset untuk lebih dari 400 lokasi di seluruh dunia. Bagi seorang fotografer landscape atau pendaki yang harus mendirikan tenda sebelum gelap, mengetahui kapan matahari terbenam adalah informasi yang sangat vital. Anda bisa merencanakan perjalanan dengan lebih presisi agar tidak terpaksa melakukan navigasi di kegelapan malam yang berisiko.
Jam ini juga dilengkapi dengan pengukur suhu (termometer). Namun, perlu diingat bahwa untuk mendapatkan pembacaan yang akurat, Anda harus melepas jam dari tangan selama 15–20 menit agar suhu tubuh Anda tidak memengaruhi sensor.
Daya Tahan dan Ketangguhan di Lapangan
Suunto Core dibangun untuk disiksa. Jam ini tahan air hingga kedalaman 30 meter. Meskipun tidak didesain sebagai jam tangan selam profesional, Suunto menyertakan fitur depth meter yang bisa membaca kedalaman hingga 10 meter—sangat cukup untuk kegiatan snorkeling atau menyeberangi sungai yang dalam saat trekking.
Tombol-tombolnya didesain agar tetap bisa dioperasikan meskipun Anda menggunakan sarung tangan tebal. Selain itu, bezel bajunya cukup kuat untuk menahan benturan pada batu cadas saat Anda melakukan scrambling di jalur pendakian yang terjal.
Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Tentu saja, tidak ada perangkat yang sempurna. Untuk membuat keputusan yang objektif, Anda harus memahami limitasi dari “sang legenda” ini:
-
Layar Negative Display: Pada varian All Black, layar hitam dengan angka abu-abu bisa sulit dibaca dalam kondisi cahaya redup tanpa menyalakan lampu latar.
-
Kebutuhan Kalibrasi: Karena Altimeter-nya berbasis tekanan udara, Anda perlu melakukan kalibrasi ulang di titik ketinggian yang diketahui (misalnya di pos pendakian) secara berkala, karena perubahan cuaca harian bisa sedikit menggeser pembacaan ketinggian.
-
Bukan Smartwatch: Jangan berharap ada penghitung langkah, pelacak detak jantung, atau notifikasi WhatsApp. Ini adalah instrumen alat, bukan gadget gaya hidup.
Siapa yang Masih Membutuhkan Suunto Core di Tahun 2026?
Meskipun teknologi sudah melesat jauh, Smartwatch Suunto Core tetap relevan untuk profil pengguna berikut:
-
Pendaki Gunung Serius: Sebagai alat navigasi utama atau cadangan (back-up) jika jam tangan GPS utama kehabisan baterai.
-
Personel Militer & Taktis: Karena ketangguhannya, baterai yang tahan lama, dan profil yang rendah (tidak memancarkan sinyal radio/GPS yang bisa dilacak).
-
Minimalis: Mereka yang ingin terputus dari dunia digital saat berada di alam bebas namun tetap membutuhkan data lingkungan yang akurat.
-
Penggemar Retro-Tech: Orang yang menghargai desain klasik yang telah teruji oleh waktu.
Mengapa Ia Masih Menjadi Juara
Suunto Core adalah bukti bahwa teknologi yang hebat tidak harus selalu menjadi teknologi yang paling rumit. Ia bertahan selama bertahun-tahun karena ia melakukan satu hal dengan sangat baik: Memberikan informasi lingkungan yang akurat di tempat-tempat di mana teknologi lain gagal.
Ia tidak meminta perhatian Anda dengan notifikasi. Ia tidak membebani Anda dengan kewajiban mengisi daya setiap malam. Ia hanya duduk di pergelangan tangan Anda, siap memberikan arah kompas atau peringatan badai saat Anda sangat membutuhkannya.
Di dunia yang penuh dengan perangkat sekali pakai yang cepat usang, Suunto Core tetap menjadi investasi yang solid. Ia bukan sekadar jam tangan; ia adalah rekan petualangan yang tidak akan mengecewakan Anda saat keadaan menjadi sulit.
